Musim hujan sudah berlalu dan sekarang sudah masuk musim kemarau, apa yg terjadi? kualitas udara semakin memburuk dan kesehatan hidungku memburuk. Hiks sudah dua hari ini hidung sayah meler dan tenggorokan terasa gatal karena debu-debu halus yg berseliweran ditemani asap-asap kendaraan yg semakin menambah sumpek dan panas saja.
Tahun 2001 pertama kali menginjakkan kaki di Jogja tercinta inih suasana masih berbeda, tapi lambat laun semakin terasa ekstrimnya perubahan cuaca, karena bisa jadi pemanasan global dah masuk ke jogja ( hehe namanya juga global warming ).
Saya kira ini fenomena global, tidak hanya jogja, tapi kota besar lain di indonesia ini, hal yang saya rasakan adalah ketika tempo hari saya ke bandung dalam rangka kopdar batagor, terakhir saya jalan-jalan dibandung sama sekitar tahun 2001 an dulu rasanya masih sejuk dan nyaman, cuma soal macet? tetep hehe.. belum ada perubahan kecuali dah adanya flyover
.
Bagaimana untuk kualitas udara di jogja? berikut saya kutipkan dari harian bernas jogja :
– Kualitas udara Jogja sudah tergolong “lampu kuning” atau mendekati ambang batas baku mutu berbahaya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta akan menggelar uji emisi kendaraan dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dan masyarakat, dengan tujuan mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor.
“Dibanding kota-kota besar lainnya, Jogja belum separah mereka, tetapi sudah mendekati ambang batas baku mutu. Bisa dikatakan baru lampu kuning. Tapi, kalau nggak ada tindakan apapun, bisa sampai ke sana (melebihi ambang batas–red),” kata Kepala DLH Kota Yogyakarta, H Hadi Prabowo di Ruang Pertemuan Badan Informasi Daerah (BID) Kota Yogyakarta, kemarin.
Sudah lampu kuning sodara-sodara, walau di klaim tidak separah kota-kota lain, tapi tetep saja ini mengkhawatirkan, padahal pihak unilever beberapa waktu yg lalu ngadakan lomba Jogja GREEN and CLEAN dan banyak RT/RW di jogja ini yg masuk finalisnya.
Pencemaran udara terjadi jika udara di atmostif dicampuri dengan partikel (debu, aerosol, timah hitam/pb) dan gas (CO,NOx,SOx,H2S dan Hidrokarbon), atau radiasi yg berpengaruh buruk terhadap organisme hidup. Udara yg tercemar dengan zat tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang berbeda tingkat dan jenisnya, tergantung dari macam, ukuran dan komposisi kimiawinya. dan pencemaran di indonesia secara menyeluruh sudah sangat mengkhawatirkan.
Bagaimana upaya pencegahan yg bisa dilakukan? ya paling tidak ada 3 langkah :
3 langkah mencegah atau meminimalisir pencemaran udara yaitu perubahan bahan bakar, teknologi mesin kendaraan dan manajemen transportasi.
Untuk manajemen transportasi, Pemerintah kota jogja sudah mencoba meminimalisirnya dengan pengadaan armada Transjogja, yang pada akhirnya akan menggantikan kendaraan-kendaraan umum yg sekarang beroperasi, tentunya dengan merekrut para supir yg kendaraannya di rumahkan.
Klo dari hal kecil? biasakan memisahkan sampah organik dengan anorganik, penghematan energi dengan mematikan perangkat yg tidak digunakan dan banyak lagi
Mari galakkan Indonesia Green and Clean
Sumber referensi :
- http://www.bernas.co.id/news/cybermetro/METRO/5292.htm
- http://juniawan.wordpress.com/2004/10/18/jogja-tidak-nyaman-lagi-2/
- http://staff.blog.ui.edu/bharyanto/2008/06/02/pencemaran-debu-di-jakarta-10-kali-lebih-parah-dari-los-angeles/
- http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0505/14/sorotan/1749126.htm












